Ads 468x60px

Jumat, 14 September 2012

Tanaman Kangkung




Tanaman Kangkung
sayuran kangkung
Seberapa peduli kita menjaga kesehatan badan. Hampir semua suplai makanan yang diserap tubuh kita terlalu mengkonsumsi makanan instan, jajanan bikinan pabrik. Padahal jika diamati drngan cermat, hampir semua sajian itu banyak mengandung zat kimia yang lama kelamaan tubuh kita merasa enjoy tanpa peduli dan kita berpikir sebenarnya manusia itu dilihat dari konsumsi makanannya. "Lihatlah manusia akan makanannya". Bukannya yang dipikir hanya sekedar trendy yang katanya menuruti jaman. Namun tiada sangka, akibat konsumsi yang kita serap, sebab umur jadi pendek, karena tubuh lama-lama mengandung banyak kuman penyakit yang akhirnya daya tubuh kurang kuat. Mengapa kita tidak mengkonsumpi makanan yang alami saja yang ada disekitar kita. Kita ambil inisiatif pekarangan sekitar rumah dijadikan taman apotik hidup, misalnya tanaman kangkung? Paling gampang pekarangan tempat tinggal kita ditanami kangkung, apalagi sekarang lagi musim penghujan. Selain banyak gizi juga kangkung salah satu tanaman yang mengandung zat pengurai racun ditubuh kita yang sudah tentu dibutuhkan. Namun tahukah kita kandungan zat didalam tanaman kangkung ini serta faedah kegunaannya? Berikut ini penjelasan simgkat cara budidaya tanaman kangkung hasil olah para pakar di BUDIDAYA DAN PRODUKSI BENIH KANGKUNG dengan sedikit perobahan dan tambahan.

Pendahuluan

Kangkung (bahasa istilah ilmiahnya; Ipomoea spp.) merupakan salah satu sayuran daun yang paling populer di Asia Tenggaratiada ketinggalan di Cikadueun juga banyak. Kangkung dikenal juga dengan ’swamp cabbage’, ’water convolvulus’, dan ’water spinach’, tanaman yang tumbuh liar dan gampang jadi bila ada kandungan air, bahkan sudah ada tanaman kangkung yang ditanam di darat, sebutannya kangkung darat. Kangkung darat ini tidak banyak mengkonsumsi air, cukup disiram satu kali sehari bahkan seminggu hanya dua kali siraman.

Kangkung beradaptasi terhadap kondisi iklim dan tanah yang cukup beragam, akan tetapi memerlukan kelembaban tanah yang relatif tinggi untuk pertumbuhan yang optimum. Tanah dengan kandungan bahan organik tinggi lebih disukai. Kangkung dapat memberikan hasil yang optimum pada kondisi dataran rendah Tropika dengan temperatur tinggi dan penyinaran yang pendek. Temperatur yang ideal berkisar 25 – 30oC, sedangkan dibawah 10 oC tanaman akan rusak. Ada dua jenis kangkung, yaitu kangkung darat (Ipomoea reptans), berdaun sempit dan beradaptasi pada tanah yang lembab, serta dipanen hanya satu kali; dan kangkung air (Ipomoea aquatica) yang berdaun lebih lebar dan berbentuk panah. Jenis ini beradaptasi pada kondisi tergenang dan dipanen beberapa kali.

Bunga Tanaman Kangkung
bunga kangkung
Hampir semua tanaman kangkung berbunga dengan warna yang beragam dari putih sampai merah muda, dan batangnya dari warna hijau sampai ungu bentuknya merambat banyak cabang. Daunnya merupakan sumber protein, vitamin A, besi dan kalsium. 

Kangkung dapat hidup pada kesuburan tanah sedang. Kangkung sangat tanggap terhadap pemupukan nitrogen dan juga pemupukan organik. Kombinasi penggunaan pupuk organik dan anorganik dapat meningkatkan hasil dan memelihara kesuburan tanah. Dosis pupuk yang digunakan tergantung pada kesuburan tanah, jenis tanah, kecepatan ketersediaan pupuk, dan kandungan bahan organik. Rekomendasi pemupukan tergantung dari kondisi setempat. 

Kangkung memerlukan lahan yang diolah dengan baik, dengan lebar bedengan 90 cm dan jarak antar bedengan 150 cm. Karena kangkung toleran terhadap genangan, maka bedengan yang dibuat boleh tidak terlalu tinggi. 

Perlakuan benih 

Kangkung dapat ditanam dengan menanam benih langsung, melalui pemindahan atau menggunakan stek batang. Penanaman secara langsung dapat dilakukan bila jumlah benih cukup banyak, serta kurang tenaga penanam. Benih disemai pada bedengan dengan larikan sedalam 1-1.5 cm, jarak antar larikan 15 - 20 cm dan dalam larikan 5 cm. Tutup benih dengan kompos. Bila sudah berdaun dua, kurangi tanaman dengan berjarak tanaman 10-15 cm. Secara komersial, kerapatan tanaman 50 000 tanaman/ha, diperlukan 5 kg/ha benih. Untuk cara penanaman dengan menyebar benih, pengurangan benih tidak perlu dilakukan. Benih yang diperlukan 5 – 10 kg/ha. 

Penanaman dengan pemindahan/transplanting. 

Penanaman meliputi dua tahap: produksi bibit semaian dan penanaman di lapangan. Produksi bibit semaian. Bibit semaian dapat ditumbuhkan pada baki pesemaian atau di bedengan pesemaian. Medium pesemaian harus terdiri dari medium yang mampu menahan air dengan drainase yang baik, misalnya kompos, arang sekam, media campuran untuk pot. Media dikukus selama 2 jam untuk sterilisasi. Biji disemai pada kedalaman 1-1.5 cm, lalu jarangkan bila sudah mempunyai dua daun. Pesemaian sebaiknya dilakukan di bawah naungan, dengan pengairan yang cukup. Bila akan dipindahkan ke lapangan, berikan cahaya matahari langsung 3-4 jam dan pada hari ke-4 semaian sudah menerima matahari penuh, dan biasanya siap dipindah ke lapangan 3 minggu setelah semai, atau bibit semaian mempunyai 5-6 daun. 

Menggunakan stek batang. 

Bila benih tidak cukup, maka stek batang dapat digunakan sebagai benih. Hal ini biasanya dilakukan pada kangkung berdaun lebar yang banyak ditanam di dataran rendah. Stek yang panjangnya 15-25 cm dengan 3-4 buku biasanya diambil pada panen pertama, kemudian direndam 1-3 hari dalam air untuk pembentukan akar sebelum dipindahkan ke lapangan. Stek ditanam 2-3 stek/lubang sedalam 5-10 cm dengan jarak antar guludan 20 – 30cm, dan jarak dalam guludan 15-20 cm. Siram segera setelah tanam. Pemupukan Sebagai contoh pemupukan di AVRDC dalam kg/ha adalah sebagai berikut:

Hara Sebelum tanam10 hst20 hst30 hst
Kompos10 000
N483088
P2O564880
K2O481580

Hst: hari setelah tanam.

Pengairan Kangkung membutuhkan banyak air karena berbatang basah. Pengairan sangat diperlukan setelah tanam, terutama bila tanaman layu pada siang hari. Pengairan dapat dilakukan dengan dileb diantara bedengan.

Penyiangan gulma 

Gulma menyaingi cahaya, air, dan cahaya yang dapat mengurangi hasil. Tanah harus diolah dengan baik karena benih kangkung lambat untuk tumbuh, maka pengendalian gulma perlu dilakukan dini pada penanaman benih secara langsung

Pengendalian hama dan penyakit tanaman

Penyakit yang biasa menyerang kangkung adalah: karat putih (Albugo ipomoeae-panduratae), aphids dan thrips. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara bercocok tanam yang baik seperti rotasi tanaman, sanitasi, jarak tanam yang cukup, penyiraman di antara bedengan. Penggunaan pestisida sebaiknya dihindarkan, kecuali bila serangan begitu tinggi, sehingga penyemprotan pestisida perlu dilakukan mengikuti kaidah yang berlaku untuk keselamatan.

Panen

Kangkung siap dipanen 30 – 45 hst, tergantung dari varietas dan tipe tanaman kangkung. Panen dapat dilakukan sekali sampai beberapa kali. Untuk panen yang berulang, tunas dipotong 15-20 cm dari permukaan tanah, biasanya seminggu sekali. Panen yang berulang menghambat pembungaan dan merangsang tumbuhnya tunas lateral yang berkembang menjadi tunas batang baru. Panen sebaiknya dilakukan pada waktu hari tidak terlalu panas untuk menghidarkan layu, pagi atau sore sekali. Hasil panen sebaiknya disimpan di tempat yang teduh dan sejuk.

Selasa, 11 September 2012

Kacang Roay




Kacang Roay
Roay Picture
Kacang roay merupakan tanaman semak atau menjalar dan bercabang-cabang dengan siklus hidup tahunan, namun sering ditemukan sebagai tanaman semusim dengan waktu tanam yang relatif lama yaitu kurang lebih enam bulan. Merupakan tanaman legume yang banyak ditemukan di daerah tropis seumpama di Indonesia. Tanaman ini mengandung kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, dan vitamin B1. Kandungan protein kacang roay yang cukup tinggi menjadi acuan untuk program seleksi dalam program diversifikasi tanaman pangan.

Selain itu variabilitas dari kacang roay sangat tinggi pada beberapa kultivar yang ada, beberapa subklasifikasi dari spesies yang ditemukan bisa ditemui pada literatur (Shivashankar &Kulkarni,1989). Berbagai jenis roay yang ditanam petani antara lain: roay piit, roay kerupuk, roay domba, roay putih, dan roay jengkol. Kacang roay termasuk kedalam family Fabaceae sering disebut Hyacinth Bean atau Egyptian Bean (kacang Mesir). Kebanyakan orang Prancis menyebutnya dengan sebutan Dolique lab-lab (Shivashankar danKulkarni, 1989). Kacang roay yang tumbuh di daerah tropik digunakan sebagai bahan pangan dan pakan ternak alternatif serta biasanya dijadikan tanaman tumpang sari di beberapa daerah.

Kultur Teknis

Persiapan lahan Budidaya roay tidak memerlukan pengolahan tanah yang intensif. Namun persiapan lahan yang tepat dapat menghasilkan kualitas roay yang baik. Roay dapat dibudidayakan di pekarangan rumah atau pada lahan pertanian.

Tanam 

Jarak tanam yang diperlukan adalah 20 cm x 20 cm. Roay merupakan tanaman yang merambat sehingga pada saat mulai keluar sulur harus disiapkan tiang bambu berbentuk teralis dengan jarak antar tiang 1.5 - 2 m, bagian tengah tiang diberi bambu atau kawat untuk merambatkan tanaman. Benih roay ditanam 2 benih/lubang.

Pengairan

Roay cocok ditanam pada akhir musim hujan, tanaman ini tidak memerlukan pengairan yang intensif. Pemupukan Selama periode pertanaman dilakukan empat kali pemupukan seperti pada tabel berikut :

AplikasiWaktuJenis PemupukanDosis
1Saat Tanam1. Kotoran Kuda/Domba/Ayam
2. NPK 15 : 15 : 15
1. 2 kg/tanaman
2. 10g/tanaman
230 hstNPK : 15:15:1510g/tanaman
360 hstNPK : 15:15:1510g/tanaman


Pengendalian hama dan penyakit tanaman

Hama yang menyerang roay adalah ulat penggerek polong, pengendalian hama ini dengan pemeriksaan rutin atau penggunaan pestisida. Belum banyak informasi tentang penyakit pada roay.

Panen 

Tanaman roay mulai dipanen 120 hari setelah tanam. Panen dilakukan secara bertahap dengan interval 10 hari sekali. Apabila tanaman dipelihara dengan baik, tanaman roay dapat dipanen sampai 12 kali. 


Produksi Benih 

Persyaratan tanah Tanah yang akan digunakan untuk produksi benih roay sebaiknya adalah tanah bera, bekas tanaman lain, atau bekas roay dari varietas yang sama. Bila tanahnya bekas tanaman roay dari varietas lain, maka harus diberakan selama 3 bulan. Waktu tanam roay sebaiknya pada akhir musim hujan atau awal musim kemarau karena jika pembungaan terjadi pada musim hujan biasanya gagal terbentuk biji pada polong.

Isolasi

Pertanaman roay yang akan diproduksi benihnya harus terpisah dari pertanaman varietas lainnya dengan jarak paling sedikit 30-45 meter. Apabila ada dua varietas yang berbeda dan bloknya saling berdampingan, maka tanggal tanamnya diatur sedemikian rupa sehingga saat berbunganya berbeda minimal 60 hari.

Roguing

Roguing adalah tindakan seleksi dengan membuang bibit atau tanaman yang mempunyai tipe simpang atau sakit. Dalam produksi benih tindakan roguing tanaman roay harus dilakukan pada beberapa tahap, diantaranya : tahap pertumbuhan, tahap berbunga, tahap berbuah, dan setelah panen. Hal-hal yang harus diperhatikan pada waktu roguing adalah : keseragaman warna bunga, bentuk dan warna polong, serta warna biji.


Panen dan prosesing benih

Hal yang harus diperhatikan saat panen dan prosesing benih adalah kebersihan alat dan wadah dari campuran varietas roay lain. Panen benih dilakukan apabila polong telah matang fisiologis yaitu bila telah berwarna coklat ( 5 bulan). Selanjutnya polong dikeringkan di bawah sinar matahari sekitar 3-4 hari. Apabila dirasa kadar air benih telah cukup kering (KA 12 %), selanjutnya polong dikupas untuk mengeluarkan biji benihnya. Benih kemudian di kemas dalam kemasan yang kedap udara dan air, misalnya dalam kemasan alumunium foil. Benih roay dapat juga dikemas dalam kantong kertas atau plastik, kemudian diletakkan dalam kotak atau kaleng yang tertutup rapat, dan telah diberi bahan pengering didalamnya (misal : serbuk gergaji atau kapur). Selanjutnya kotak atau kaleng disimpan di tempat yang kering dan sejuk.


Sumber:  BUDIDAYA DAN PRODUKSI BENIH ROAY

Rabu, 05 September 2012

Buah Paria




Tahukah Anda sayuran yang satu ini, kebanyakan orang tak perduli bahkan alergi untuk mengkonsumsinya, sebab rasanya pahit mungkin kurang tahu kasiat dan kegunaannya. Padahal jika mengetahui fungsi efek medis dari sayuran ini, soalan pahit bisa diatasi dengan cara yang mudah sekali, cukup tambahkan daun jambu mete muda dan daun salam muda. 'Dijamin, rasa pahit tak terasa,'.

Itulah dia Si Pahit Kaya Khasiat. Buah Paria.

Peria atau pare adalah tumbuhan merambat yang berasal dari wilayah Asia Tropis, terutama daerah India bagian barat, yaitu Assam dan Burma. Aanggota suku labu-labuan atau Cucurbitaceae ini biasa dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai sayuran maupun bahan pengobatan. Nama Momordica yang melekat pada nama binomialnya berarti "gigitan" yang menunjukkan pemerian tepi daunnya yang bergerigi menyerupai bekas gigitan.

Peria adalah sejenis tumbuhan merambat dengan buah yang panjang dan runcing pada ujungnya serta permukaan bergerigi. Peria tumbuh baik di dataran rendah dan dapat ditemukan tumbuh liar di tanah terlantar, tegalan, dibudidayakan, atau ditanam di pekarangan dengan dirambatkan di pagar. Tanaman ini tumbuh merambat atau memanjat dengan sulur berbentuk spiral, banyak bercabang, berbau tidak enak serta batangnya berusuk isma. Daun tunggal, bertangkai dan letaknya berseling, berbentuk bulat panjang, dengan panjang 3,5 - 8,5 cm, lebar 4 cm, berbagi menjari 5-7, pangkalnya berbentuk jantung, serta warnanya hijau tua. Bunga merupakan bunga tunggal, berkelamin dua dalam satu pohon, bertangkai panjang, mahkotanya berwarna kuning. Buahnya bulat memanjang, dengan 8-10 rusuk memanjang, berbintil-bintil tidak beraturan, panjangnya 8-30 cm, rasanya pahit, warna buah hijau, bila masak menjadi oranye yang pecah dengan tiga daun buah.

Ada tiga jenis Paria;


  1. Peria gajih adalah jenis peria yang paling banyak dibudidayakan dan paling disukai. Jenis ini biasa disebut juga pare putih atau pare mentega yang berasal dari India dan Afrika dengan bentuk buah panjang berukuran 30 - 50 cm, diameter 3 - 7 cm, berat rata-rata antara 200-500 gram/ buah.
  2. Peria hijau berbentuk lonjong, kecil dan berwarna hijau dengan bintil-bintil agak halus. Buah peria ini mempunyai panjang 15 - 20 cm, rasanya pahit dan daging buahnya tipis. Peria hijau ini mudah sekali pemeliharaannya, tanpa lanjaran atau para-para tanaman ini dapat tumbuh dengan baik.
  3. Peria ular atau peria belut dapat dikenali dengan buahnya yang berbentuk bulat panjang, agak melengkung dan panjangnaya mencapai 60 cm. Permukaan kulit buahnya berwarna belang-belang, yaitu hijau keputih-putihan mirip kulit ular dan rasa dagingnya tidak begitu pahit.


Paria dikenal ampuh menurunkan kadar gula darah, panas dalam, sariawan, demam, disentri, exim basah, batuk rejam, dan wasir. Ia biasa tersaji sebagai sayur penambah nafsu makan di Jawa Barat. Tak hanya di Indonesia, paria dikenal sebagai panasea di berbagai belahan bumi.

Paria digunakan untuk merawat penderita kencing manis karena terbukti berkhasiat hipoglikemik melalui insulin nabati yang mengurangi kandungan gula dalam darah dan air kencing. Penelitian mengenai khasiat hipoglikemik ini dilakukan oleh William D.Torres pada tahun 2004 baik secara in vitro maupun in vivo. Efek peria dalam menurunkan gula darah pada hewan percobaan bekerja dengan mencegah usus menyerap gula yang dimakan. Selain itu diduga peria memiliki komponen yang menyerupai sulfonylurea, yakni obat antidiabetes paling tua. Obat jenis ini menstimulasi sel beta kelenjar pankreas tubuh memproduksi insulin lebih banyak, selain meningkatkan deposit cadangan gula glikogen di hati. Momordisin, sejenis glukosida yang terkandung dalam peria juga mampu menurunkan kadar gula dalam darah dan membantu pankreas menghasilkan insulin. Efek peria dalam menurunkan gula darah pada kelinci diperkirakan juga serupa dengan mekanisme insulin. Penemuan peria sebagai antidiabetes ini diperkuat oleh hasil penelitian ahli obat berkebangsaan Inggris, A.Raman dan C.lau pada tahun 1996 yang menyatakan bahwa sari dan serbuk kering buah peria menyebabkan pengurangan kadar glukosa dalam darahdan meningkatkan toleransi glukosa. Dalam ramuan tradisional, buah peria ditumbuk hingga menghasilkan cairan pahit atau merebus daun serta buahnya sehingga menghasilkan air yang dapat diminum secara langsung. Sebagai obat diabetes, buah peria dapat disajikan sebagai teh karena terbukti tidak memiliki efek samping terhadap sistem pencernaan sehingga tepat dikonsumsi oleh penderita yang mengalami konstipasi.

Dari berbagai sumber:


Senin, 03 September 2012

Hidup Bagai Pelayaran




Hidup Bagai Pelayaran
Kehidupan ini diumpamakan sebagai pelayaran penuh tantangan dalam mengarungi dan mejabarkannya. Kalau Anda termasuk di antara mereka yang juga meyakini bahwa sesungguhnya kehidupan ini ibarat pelayaran, baiklah.... Kulangitkan pengharapan baik ini: semoga perahu Anda adalah perahu dari jenis yang layak untuk menempuh pelayaran itu. Semoga samudera Anda adalah lautan dari jenis yang tak senantiasa penuh gelombang dan badai berpetir, yang bikin perahu oleng melulu dan berkeriut seolah nyaris hendak pecah hingga bikin kecut hati sang Nakhoda dan semua penumpangnya. Semoga Anda adalah nakhoda yang selalu dan senantiasa tangguh dalam menempuh pelayaran itu. Semoga ada cukup banyak pulau yang dilalui dari jenis yang elok dengan penghuni berbudi luhur yang Anda dapat singgahi kapan saja untuk menambah perbekalan di sepanjang rute pelayaran.

Lautan dan pelayaran tiada lepas dari bermacam hambatan dan tantangan. Yang kesemuanya membuat hampir putus asa bila tidah sabar dan tawakkal. Begitulah perumpamaan hidup di kehidupan dunia ini, sebagaimana yang selama ini insan alami di sepanjang berlayar di kehidupan, dan pasti semua manusia mengalaminya dengan tingkatan yang berbeda. Akankah kita bisa mengarunginya.... Allahu a'lam... Ilaihi narju wal musta'an...
 
We on Scribd DMCA.com